BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dunia
tumbuhan dalam pengklasifikasian telah mengalami perkembangan yang pesat.Hal
ini ditandai dengan ditaksirkannya jenis tumbuhan di alam semesta ini kurang
lebih 300.000 spesies dalam klasifikasinya dibagi-bagi lagi dalam takson yang
lebih rendah,yaitu:kelas,bangsa,suku,marga,dan jenis.Masing-masing diberi nama
sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam Kode Internasional Tata
Nama Tumbuhan.
Hakekat
taksonomi tumbuhan adalah untuk mempermudah dalam pengelompokan spesies
tumbuhan yang beranekaragam agar mudah untuk mempelajarinya.
Divisi
Tumbuhan belah merupakan tumbuhan yang paling primtif hal ini karena tumbuhan
tersebut membelah diri dengan membelah diri,tubuh hanya dengan sebuah
sel,protoplas belum terdiferensiasi dengan jelas,sehingga inti belum nampak
jelas/nyata,demikian pula dengan plastidanya.Secara garis besar Schyzophyta dibedakan menjadi 2 kelas
yaitu:bakteri(Bacteria/schyzomycetes)dan
Ganggang biru,ganggang belah,atau ganggang lendir(Cyanophyceae,Schizophyceace atau Myxophyceae) (Gembong,1981:3)
Secara spesifikasi tumbuhan belah
dibagi menjadi 7 ordo yaitu:
Pseudomonales,
Chlamydobacteriales, Eubacteriales, Actinomycetes, Beggiatoales,
Myxobacteriales,
dan Spirochaetales.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa Itu bakteri
(schizophyta) ?
2.
Bagaimana Yang Dimaksud Peranan Bakteri ?
3.
Bagaimana
yang dimaksud Ciri umum, klasifikasi dan peranan pseudomonadales,
chlamydobacteriales dan eubacteriales ?
4.
Apa Pengertian Dari Cyanophyceae ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian, Ciri-Ciri ,Dan Struktur Bakteri
2.1.1
Pengertian Bakteri (Schizophyta)
Bakteri
adalah suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan tersebar luas
dibandingkan dengan organisme lainnya di bumi. Bakteri umumnya merupakan
organisme uniseluler (bersel tunggal), prokariota/ tidak mengandung klorofil
serta berukuran mikroskopik (sangat kecil). Bakteri berasal dai bahasa latin
yaitu bacterium. Bakteri memiliki jumlah spesies mencapai ratusan ribu atau
bahkan lebih. Mereka ada di mana-mana mulai dari tanah, di air, di organisme
lain, dan juga berada di lingkungan yang ramah maupun yang ekstrim.
Dalam
tumbuh kembang bakteri baik melalui peningkatan jumlah maupun penambahan jumlah
sel sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni seperti pH, suhu temperatur,
kandungan garam, sumber nutrisi, zat kimia dan zat sisa metabolisme.
2.1.2. Ciri-Ciri
Umum (Schizophyta)
Adapun
ciri-ciri umum bakteri adalah sebagai berikut:
Ø Tubuh
uniseluler (bersel satu)
Ø Tidak
berklorofil (meskipun begitu ada beberapa jenis bakteri yang memiliki
Ø pigmen
seperti klorofil sehingga mampu berfotosintesis dan hidupnya autotrof)
Ø Reproduksi
dengan cara membelah diri (dengan pembelahan amitosis)
Ø Habitat tanah,air,udara,mahkluk,hidup.
Ø Satuan ukuran
bakteri adalah mikron (10-3)
Ø Umumnya
tidak berklorofil
Ø Hidupnya
bebas dan sebagai parasit/patogen
Ø Bentuknya
beraneka ragam
Ø Memiliki
ukuran yang kecul rata-rata 1 s/d 5 mikron
Ø Tidak
mempunyai membran inti sel/prokariot
Ø Kebanyakan uniseluler
(memiliki satu sel)
Ø Bakteri di
lingkungan ekstrim dinding sel tidak mengandung peptidoglikan, sedangkan yang
kosmopolit mengandung peptidoglikan.
Bakteri
umumnya dapat bergerak dengan bantuan alat gerak yang ada pada tubuhnya menuju
tempat-tempat yang mengungtungkan dan menghidnari tempat-tempat yagn merugikan.
Adapun jenis-jenis bakteri
berdasarkan alat gerak yaitu .
1.
Atrik (bakteri yang tidak mempunyai alat gerak).
2.
Monotrik (Bakteri yang mempunyai satu flagel/ alat
gerak pada salah satu ujung tubuhnya)
3.
Lofotrik (bakteri yang memiliki sejumlah flagel/alat
gerak pada ujung tubuh bakteri)
4.
Amfitrik (bakteri yang mempunyai sejumlah flagel/alat
gerak pada kedua ujungnya)
5.
Peritrik (bakteri yang mempunyai flagel/alat gerak
pada seluruh permukaan tubuhnya.
2.1.3 Struktur Dan
Bentuk Bakteri
Struktur bakteri terbagi menjadi dua
yaitu:
1.
Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis
bakteri), Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan
granula penyimpanan
2.
Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri
tertentu), Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan
endospora.
Struktur dasar sel bakteri

Gambar 1.1 :struktur-bakteri
Struktur dasar bakteri :
1.
Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan
protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi
bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila
peptidoglikannya tipis).
2.
Membran plasma adalah membran yang menyelubungi
sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein.
3.
Sitoplasma adalah cairan sel.
4.
Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma,
tersusun atas protein dan RNA.
5.
Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan
makanan yang dibutuhkan.

Gambar 1.2: granula
Struktur
tambahan bakteri :
1.
Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar
dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila
2.
lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya
tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas
polisakarida dan air.
3.
Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk
batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.
4.
Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti
rambut halus yang menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi
lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan
hanya terdapat pada bakteri gram negatif. Fimbria adalah struktur sejenis pilus
tetapi lebih pendek daripada pilus.
5.
Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah
membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses
fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.
6.
Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air
dan berfotosintesis.
Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari
beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika
kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung
sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora yang tebal
tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan,
radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan
menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru.
Bentuk Bakteri
Bentuk dasar bakteri terdiri atas
bentuk bulat (kokus), batang (basil),dan spiral (spirilia) serta terdapat
bentuk antara kokus dan basil yang disebut kokobasil.
Berbagai
macam bentuk bakteri :
1. Bakteri
Kokus :

Gambar 1.3 :kokus
a. Monokokus
yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal
b. Diplokokus
yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan
c. Tetrakokus
yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat.
d. d.Sarkina
yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus
e. Streptokokus
yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai.
f. Stapilokokus
yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan seperti buah anggur
2. Bakteri
Basil :

Gambar 1.4 :basil
a. Monobasil yaitu berupa sel bakteri basil tunggal
b. Diplobasil yaitu berupa dua sel bakteri basil
berdempetan
c. Streptobasil yaitu beberapa sel bakteri basil
berdempetan membentuk rantai
2.1.4 Perkembang
Biakan Bakteri
Bakteri dapat melakukan
perkembangbiakan baik secara tidak kawin atau (fegetatif)atau a seksual maupun
secara kawin atau (generatif) .
1.
Secara tak kawin atau a seksual yaitu dengan cara
membelah diri menjadi dua bagian yang mirip (pembelahan biner)
2.
Secara kawin atau rekombinasi genetic atau rekombinasi
DNA melalui tiga cara yang berbeda yakni :
a.
Transpormasi yaitu perpindahan sedikit materi genetik
kebakteri lain
b.
Transduksi yaitu perpindahan sedikit materi genetik
dengan bantuan virus bakteri
c.
Konjogasi yaitu perpindahan sedikit materi genetik
langsung dengan kontak fisik antar bakteri melalui jembatan antara sel bakteri.
2.2 Peranan
Bakteri
Dalam kehidupan manusia bakteri
mempunyai peranan yang menguntungkan maupun yang merugikan.
Bakteri yang menguntungkan adalah sebagai berikut :
1.
Pembusukan (penguraian sisa-sisa mahluk hidup
contohnya Escherichia colie).
2.
Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi
contohnya Acetobacter pada pembuatan
asam cuka, Lactobacillus bulgaricus pada pembuatan yoghurt, Acetobacter xylinum pada pembuatan nata
de coco dan Lactobacillus casei pada
pembuatan keju yoghurt.
3.
Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri
pengikat nitrogen yaitu Rhizobium
leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman kacang-kacangan
dan Azotobacter chlorococcum.
4.
Penyubur tanah contohnya Nitrosococcus dan Nitrosomonas
yang berperan dalam proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang dibutuhkan
tanaman.
5.
Penghasil antibiotik contohnya adalah Bacillus polymyxa (penghasil antibiotik
polimiksin B untuk pengobatan infeksi bakteri gram negatif, Bacillus subtilis penghasil antibioti
untuk pengobatan infeksi bakteri gram positif,Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk
pengobatan bakteri gram negatif termasuk bakteri penyebab TBC dan Streptomyces rimosus penghasil
antibiotik terasiklin untuk berbagai bakteri.
6.
Pembuatan zat kimia misalnya aseton dan butanol oleh Clostridium acetobutylicum
7.
Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran
hewan sehinggga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Contohnya methanobacterium
8.
Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai
bidang.sebagai contoh dalam bidang kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk
kimia bermanfaat yang disintesis oleh bakteri, misalnya enzim, vitamin dan
hormon.
Bakteri yang merugikan sebagai berikut :
1.
Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum
2.
Penyebab penyakit pada manusia contohnya Mycobacterium tuberculosis ( penyebab
penyakit TBC ), Vibrio cholerae ( penyebab kolera atau muntaber ), Clostridium tetani (penyebab penyakit
tetanus ) dan Mycobacterium leprae
(penyebab penyakit lepra )
3.
Penyebab penyakit pada hewan contohnya Bacilluc antrachis (penyebab penyakit antraks
pada sapi )
4.
Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya Pseudomonas solanacearum (penyebab
penyakit pada tanaman tomat, lombok, terung dan tembakau) serta Agrobacterium tumafaciens (penyebab
tumor pada tumbuhan) (Emilia, 2008).
2.3 Ciri Umum,Klasifikasi
Dan Peranan Pseudomonadales,
Chlamydobacteriales Dan Eubacteriales
2.3.1 Ciri –
Ciri Umum Dan Klasifikasi Ordo Pseudomonadales
Sel
– sel berbentuk peluru, batang yang lurus atau bengkok etau berbentuk spiral
kadang – kadang bergandengan membentuk rantai. Sel sering mengandung pigmen
fotosintetik yang berwarna lembayung
atau hijau. Biasanya dapat bergerak dengan perantara flagel yang polar. Ordo
ini menjadi di bagi menjadi 5 suku yaitu :
1. Suku
Thiorodaceae
Suku
ini membewahi bakteri – bakteri lembayung (purple bacteria) yang dapat
melakukan fotosintesis dengan perantaara sistem pignmen yang terdiri dari
bacterioclhorofil dan karotenoid. Dalam lingkungan yanag mengandung H2S
dalam sel – sel nya dapat ditemukan tetes – tetes belerang. Contoh : Thiosarcina rosea, Thiocapsa floridana,
Thiodiction elegans. Thiorillium sanguineum.
Klasifikasinya :
Kingdom : plantae
Divisi : Schyzophyta
Kelas : Schizomycetes
Bangsa : Pseudomonadales
Suku : Thiorodaceae
Marga : Thiosarcina
Spesies : Thiosarcina rosea
2. Suku Nitrobactericeae
Suku
ini membawahi bakteri – bakteri kemoautrotof dan memperoleh energi untuk
asimilasinya dari oksidasi senyawa - senyawa amonia menjadi nitrit, atau nitrit
menjadi netrat. Misalnya : Nitrosomonas
europea, Nitrococcus nitrosus Nitrobacter winogradskyi, dan Nitrobacter agilis
Klasifikasi :
Kingdom : plantae
Divisi : Schyzophyta
Kelas : Schizomycetes
Bangsa : Pseudomonadales
Suku : Nitrobactericeae
Marga : nitrosomonas
Spesies :Nitrosomonas europea
3. Suku Metanomonadaceae
Yang
membawahi bakteri – bakteri kemuatotrof dan memperoeh energi asimilasinya dari
oksidasi metan, hidrogen, atau karbonmonoksida, contoh : Methanomonas methanica, Hydrogenomonas flava, Carboxydomonas, Oligocar
bophila.
Klasifikasi :
Kingdom : plantae
Divisi : Schyzophyta
Kelas : Schizomycetes
Bangsa : Pseudomonadales
Suku : Metanomonadaceae
Marga : hydrogenomonas
Spesies : Hydrogenomonas flava
4. Suku Eubacteriaceae
Suku
ini merupakan bakteri – bakteri belerang, kemoautotrof memperoleh energi dengan
oksidasi senyawa – senyawa belerang, dalam plasmanya sering terdapat belerang
bebas dalam bentuk – bentuk butir atau kristal. Antara lain : Thiobacillus thoparus, Thiobacterium
cristallefium, Thiospora bipunctata
Klasifikasi :
Kingdom : plantae
Divisi : Schyzophyta
Kelas : Schizomycetes
Bangsa : Pseudomonadales
Suku : Eubacteriaceae
Marga : Thiobacterium
Spesies : Thiobacterium cristallefium
5. Suku Pseudomonadaceae
Bakteri
– bakteri yang heterotrof, jarang sekali autotrof fakultatif, sel –selnya
seringkali bersifat oksidatif, kadang – kadang fermentatif.
Contohnya : Pseudomonas cocovenanans : Menimbulkan racun tempe bongkrek, P. Solanacearum : menimbulkan penyakit layu
pada warga suku solanaceae dan pada kacang tanah, P. malvacearum : menimbulkan penyakit pada kapas, P. denitificans : mereduksi nitrat
menjadi N2, Xanthomonas
campestris : merusak tanaman kubis
2.4 Cyanophyceae
Cyanophyceae tersebar
diseluruh dunia sebagai masa lendir atau benag-benang halus, hidup dalam air,
dahkan ada yang dalam sumber air panas, sebagian juga dalam tanah yang basah
dan pada kulit pohon-pohon. Ganggang ini merupakan perintis dan menyiapkan
batu-batu atau cadas-cadas untuk tumbuhan-tumbuhan lain yang lebih tinggi.
Beberapa jenis ganggang ini dapat melarut batu kapur. Ada pula diantaranya yang
ikut menyusun Lichenes.
Alga biru
atau ganggang belah atau ganggang lendir, memiliki struktur yang masih
sederhana, bersel tunggah dan atau berbentuk benang. Berwarna biru kehijauan,
bersifat autotrof, inti dan kromotofora tidak ditemukan.
Dinding
selnya mengandung pectin, hemiselulosa, dan selulosa, yang kadang-kadang berupa
lender. Pada pinggir plasmanya terkandung zat warna klorofil-a, karotenoid, san
dua macam kromoprotein yang larut dalam air yaitu fikosianin yang berwarna biru
dan fikoeritrin yang berwarna merah. Oleh sebabitu warna ganggang ini tidak
tetap, kadang-kadang tampak kemerah-merahan dan kadang-kadang pula berwarna
kebiru-biruan. Hal ini berhubungan de ngan proses asimilasi.
Di
tengah-tengah selnya terdapat bagian yang tidak berwarna yang mengandung asam
deoksi-ribonukleat dan asam ribonukleat. Sehingga kedua asam nukleat itu
terkumpul seperti dalam inti sel tumbuhan tinggi. Namun kromosom belum Nampak.
Dalam sel –selnya yang telah tua tampak juga vakuola. Sebagian zat makanan
cadangan ditemukan glikogen dan di samping itu juga butir-butir sianofisin
(lipo-protein) yang letaknya diperiferi, dan volutin.
Cyanophyceae umumnya
tidak bergerak. Diantaranya jenis-jenis yang berbentuk benang dapat mengadakan
gerakan merayap yang meluncur pada alas yang basah. Bulu cambuk tidak ada,
gerakan itu mungkin terjadi karena adanya kontraksi tubuh dan bantu dengan
pembentukan lender. Perkembangbiakan selalu vegetative dengan membelah,
sedangakan peembiakan secara seksual belum ditemukan.
Kelas Cyanophyceae ini terdiri dari 3 bangsa;
1. Bangsa Chroococcales
Berbentuk
tunggal atau kelompok tanpa spora, warna biru kehijau-hijauanUmumnya alga ini
membentuk selaput lendir pada cadas atau tembok yang basah. Setelah pembelahan,
sel-sel tetap bergandengan dengan perantaraan lendir tadi, dan dengan demikian
terbentuk kelompok-kelompok atau koloni. Hanya terdiri dari satu suku yaitu
Chroococcaceae, Contohnya;
Ø Chroococcus turgidus
Ø Gloeocapsa sanguinea
2. Bangsa Chamaesiphonales
Alga bersel
tunggal atau merupakan koloni berbentuk benang, mempunyai spora. Benang-benang
itu dapat putus-putus merupakan hormogonium, yang dapat merayap dan merupakan
koloni baru.Spora terbentuk dari isi sel (endospora). Setelah keluar dari sel
induknya, spora dapat menjadi tumbuhan baru. Untuk menghadapi kala yang buruk
dapat membentuk sel-sel awetan dengan menambah zat makanan cadangan serta mempertebal
dan memperbesar dinding sel. Hanya terdiri dari satu suku, yaitu;
Suku Chamaesiphonales, contohnya marga Chamaesiphon confervicolus
3. Bangsa Hormogonales
Sel-selnya
merupakan koloni berbentuk benang, atau diselubungi suatu membran.
Benang-benang itu melekat pada substratnya, tidak bercabang, jarang mempunyai
percabangan sejati, lebih sering mempunyai percabangan semu. Benang benang itu
selalu dapat membentuk hormogonium. Terdiri dari beberapa suku, yaitu;
Suku Oscillatoriaceae, hidup dalam air atau di atas tanah yang basah,
sel¬selnya bulat, merupakan benang-benang dan akhirnya membentuk koloni yang
berlendir. Pada jarak-jarak tertentu pada benang¬benang itu terdapat sel-sel
yang dindingnya tebal, kehilangan zat¬zat warna yang berguna untuk asimilasi,
hingga kelihatan kekuning-kuningan dan dinamakan heterosista. Heterosista ini
dalam keadaan khusus dapat tumbuh menjadi benang baru, tetapi fungsinya belum
dikenal dan biasanya lekas mati. Contohnya;
Ø Oscillatoria limosa
Ø Oscillatoria princeps.
Suku Rivulariaceae, yang meliputi marga Rivularia yang pada koloninya tampak adanya polaritas. Pangkalnya
terdiri atas suatu heterosista, dan ujungnya berakhir dalam suatu rambut.
Contohnya;
Ø Rivularia bullata
Suku Nostacaceae, yang meliputi marga Nostoc dan Anabaena yang
dapat menambat N dari udara dan juga seringkali bersimbiosis dengan tanaman
lain. Contohnya;
Ø Noctoc commune
Ø Anabaena cycadeae
![]() |
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Pengertian bakteri
Bakteri adalah suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan tersebar
luas dibandingkan dengan organisme lainnya di bumi.
2.
Ciri-ciri umum bakteri
Ø Tubuh
uniseluler (bersel satu)
Ø Tidak
berklorofil (meskipun begitu ada beberapa jenis bakteri yang memiliki pigmen
seperti klorofil sehingga mampu berfotosintesis dan hidupnya autotrof)
Ø Reproduksi
dengan cara membelah diri (dengan pembelahan amitosis)
Ø Habitat
tanah,air,udara,mahkluk,hidup
3.
Bentuk-bentuk bakteri:kokus,basil,dan spiral
Ø -Bakteri
berkembang biak dengan vegatatif dan generatif
Ø -Bakteri ada
yang menguntungkan dan merugikan
4. Secara
spesifikasi tumbuhan belah dibagi menjadi 7 ordo yaitu:
Pseudomonales,
Chlamydobacteriales,
Eubacteriales,
Actinomycetes,
Beggiatoales,
Myxobacteriales dan Spirochaetales.
DAFTAR PUSTAKA
Tjitrosoepomo, Gembong. 1986.
Taksonomi Tumbuhan (Taksonomi khusus). Bhratara.:Jakarta.
10401&bab=Bakteri&judul=Biologi&rincian=RuangLingkup&kd_judul=Bio01&kode_bab=04&kode_sub=01
No comments:
Post a Comment